(disajikan dalam DIALOG SASTRA NASIONAL, BEDAH BUKU
DAN PARADE BACA PUISI –“Workshop
Penulisan Kreatif dan Apresiasi Sastra”
oleh Lembaga Kajian Seni Budaya “Net Think Commonity”)
Pendahuluan
“Tuhan, aku tak paham kenapa Engkau berhenti
menurunkan nabi-nabi di zaman yang justru membutuhkan lebih banyak para nabi
ini!”, tulis Emha Ainun Najib dalam ’99
Untuk Tuhanku’. Demikianlah maka
menjadi menarik ‘membicarakan’ Konsep Sastra Profetik (kenabian) di tengah
gejala kebebasan yang cenderung kebablasan terutama dalam perbincangan
wacana sastra Indonesia
saat ini.